Musisi Keroncong

Ketika berangkat ke pasar, ibuku dipanggil oleh seseorang. "Bu.... Bu.... Tunggu sebentar." Ketika ibuku menoleh, ternyata yang memanggil itu "Pakde sepeda" (saya dan ibu tidak ada yang tahu nama asli beliau. Tapi karena buka reparasi sepeda, makanya orang-orang disekitar rumahnya, memanggil beliau dengan sebutan "Pakde Sepeda").

"Wonten nopo Pakde?" Jawab Ibuku sambil tersenyum. (artinya, "Ada apa Pakde?" (bahasa jawa). Untuk seterusnya pake bahasa Indonesia aja ya.... Biar ngga bingung. hehe...) "Kemarin, saya lihat Eko bawa-bawa biola? Dia ada dirumah, bu?" "Iya betul. Ada. Itu sekarang anaknya lagi ngak ngek ngok dirumah"

Singkat cerita, saya diundang kerumahnya. Mau ngobrolin tentang biola katanya. Ketika saya datang, ternyata Pakde tidak sendiri. Ada temannya disitu. Mereka berdua sedang bermain keroncong. Pakde main biola dan temannya main ukulele cuk (sejenis gitar kecil berdawai tiga).

"Assalamu'alaikum....""Wa'alaikumsalam... Sini Ko." Permainan mereka terhenti, Pakde bergegas menemui saya. Kami pun mengobrol banyak. Mulai dari biola dan teknik-tekniknya, keamatiran saya dalam bermain biola, keroncong, komunitas-komunitas keroncong yang dia ikuti, sampai macam-macam alat musik keroncong yang dikuasai musisi sepuh ini. Dan tentu saja alat musik favoritnya, Cello.

Perbincangan menarik dengan celloist ini berakhir dengan undangan bergabung kekomunitas keroncongnya. "InsyaAlloh Pakde. Mudah-mudahan ada jodoh. Jadi nanti bisa main dan belajar bareng dengan komunitas"

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengunjung

 
Copyright © Blognya Mas Eko